Kisah tentang Pelacuran Legal Terbesar Sepanjang Sejarah Republik

Pelacuran Kramat Tunggak Kini Tak Remang Lagi

Kramat Tunggak Dentuman gendang, melodi gitar ala musik dangdut dan dentingan botol bir tidak terdengar lagi di lahan yang membentang hampir 22 kali luas lapangan sepakbola itu. Lahan yang lokasinya tak sampai lima kilometer dari bibir pantai di utara Jakarta itu kini sayup-sayup. Para penguni lahan seluas 11,5 hektar itu pun kini rutin melantunan ayat-ayat suci Alquran dan mengumandangkan kebesaran Ilahi.

Lahan tersebut terletak di Kramat Tunggak. Wilayah yang masuk administrasi Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja itu kemudian menjadi sebutan bagi lokalisasi bisnis seks yang diresmikan Gubernur Ali Sadikin pada tahun 1970. Selengkapnya di CNN Indonesia.

Cerita Usai Isya di Pelacuran Kramat Tunggak

Yang selalu diingat Malif, penjaga tempat parkir di eks lokalisasi, adalah suasana sunyi tatkala azan magrib berkumandang dari masjid yang berada di Jalan Kramat Jaya. “Musik harus dimatikan. Sepi,” ujarnya kepada CNN Indonesia awal Juni lalu. Baca utuh di CNN Indonesia.

Kramat Tunggak: Dulu Haram Jadah Kini Sajadah

Seiring berjalannya waktu, apa yang pernah terjadi di Kramat Tunggak dalam kurun waktu 1970 hingga 1999 mulai tenggelam dari gunjingan. Generasi baru yang lahir di sekitar lahan eks lokalisasi itu belum paham sejarah tempat tinggal mereka. Baca lengkap di sini.

Tulisan-tulisan di atas merupakan liputan khusus yang saya kerjakan untuk CNN Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s