Minggu Palma

Hari itu Yesus memasuki Yerusalem. Kerumunan orang yang mendengar berita akan kedatangannya itu kemudian berkerumun di gerbang kota untuk menantinya. Sambil membawa daun palma, Yohanes mencatat, mereka berseru “Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!”

Minggu Palma, demikian mereka yang percaya pada Yesus memperingati peristiwa di atas. Menjadi penting karena kedatangan Yesus ke Yerusalem sesungguhnya dalam rangka menepati janjinya atas sebuah penebusan. Hari-hari setelah peristiwa itu, ia diseret, dicambuk, diadilli hingga akhirnya mati di atas salib.

Beberapa waktu lalu, ketika melihat sebuah foto Paus Benediktus ke-XVI sejajar dengan salib yang dipasang di sebuah ruangan, pikiran ini teringat pada satu ajaran kasih. Paus Yohanes Paulus ke-II saat itu berkunjung ke Suriah dalam rangka napak tilas perjalanan Paulus, murid Yesus yang kemudian ditahbiskan gereja menjadi seorang suci. Dalam kunjungannya itu, Karol Wojtyla–nama Paus Yohanes Paulus ke-II–berkunjung ke sebuah mesjid bernama Olmayyad di pusat kota Damaskus. Ia melepas sepatunya dan meletakkannya di rak sepatu sebelum ia menginjakan kakinya di ubin mesjid yang berkarpet. Itulah untuk pertama kalinya seorang pemimpin tertinggi umat Katholik masuk ke dalam rumah ibadah pengikut Nabi Muhammad SAW.

Kemudian ia berkata, “For all the times that Muslims and Christians have offended one another, we need to seek forgiveness from the Almighty and to offer each other forgiveness.

Selamat Minggu Palma.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s